Herpes Kulit

Herpes kulit bisa saja mengenai kulit diseluruh tubuh, termasuk kulit wajah, tangan dan kaki. Umumnya virus penyebab kelainan pada kulit adalah HSV-1. Tetapi herpes kulit dibawah tulang rusuk samping badan biasnaya HSV-2, sedangkan virus herpes yang menyerang jari dan tangan bisa HSV-1 atau HSV-2. Pengobatan herpes kulit dapat dilakukan dengan menghilangkan faktor perangsang timbulnya infeksi (trigger factor) misalnya, menghindari dingin dan terik matahari, mengurangi makan makanan yang mungkin memperngaruhi kejadian infeksi herpes seperti cokelat, makanan dari laut (sea food). Bila kelainan  herpes kulit berulang pada bibir dan mulut, periksa kebersihan mulut dan nasehati pasien hindari sikat gigi yang menimbulkan iritasi dan membetulkan gigi yang berpinggir tajam dan tidak merata. Pada fase akut penyakit herpes, lesi kulit bisa dikompres dengan air dingin dengan cairan Burrow. Menggunakan cream steroid. Banyak dokter ahli kulit memberikan kortikosteroid sistemik.

Herpes kulit atau Herpes Zooster yang disebabkan karena virus varisela. Virus ini menyebabkan cacar air atau singles (herpes zoster). Zooster berasal dari reaktivasi virus herpes zoster (HZV). Trauma fisik pada dermatim yang terlibat mungkin merupakan pencetus yang paling sering. Jika tedapat defisiensi imun (misalnya pada kelainan limfopropoliferatif), zoster dapat bersifat parah dan rekuren. Parestesia dan nyeri menydahului timbulnya erupsi. Adalah suatu keadaan yang amat jarang jika terdapat nyeri tapi tidak ada erupsi. Ruam bervariasi, tetapi biasnaya asimetris. Papula dan vesikel erimatosa dan edematous muncul pada suatu kelompok, menjadi hemoragik dan nekrotik. Lalu mongering dan menyemnbuh dengan meninggalkan jaringan parut superficial. Pada kebanyakan pasien ditemukan lesi yang jauh. Zoster yang berulang jarang ditemukan dan jarang terdapat ditempat yang sama.

Diagnosis ditegakkan secara klinis, tapi herpes kulit atau zoster sangat mirip dengan HSV, sehingga kultur birus, mikroskopis electron dan pemeriksaan serologi dapat mendukung, Analgesik ringan dapat mengontrol nyeri prodromal dan penyakitnya. Antibiotik topical seringkali dibutuhkan untuk mengatasi infeksi sekunder dan steroid topical untuk menekan proses inflamasi pada kulit. Neuralgia pascaherpes merupakan akibat dari keterlibatan saraf pada zoster dan sudah banyak diketahui karena nyerinya sulit untuk dihilangkan. Prednisolon oral jangka pendek yang diberikan dari awal penyakit dapat mengurangi resiko neuralgia. Asiklovir oral mengurangi lamanya waktu erupsi kulit, tetapi tiak mencegah terjadinya neuralgia pascaherpes. Zooster yang mengani cabang oftalmika dari nervus trigeminus dapat menyebabkan konjungtivis atau lebih jarang neuritis optic dan harus dicari saran dari seorang ahli. Zooster yang mengenai S2 atau lebih rendah dapat menyebabkan dimensi urin akut dan konstipasi serta dapat disertai komplikasi sistitis hemoragika. Asiklovir sistemik diindikasikan pada keadaan-keadaan ini dan juga pada pasien-pasien imunosupresi.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Herpes dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cara Mengobati Herpes and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>